CYBERCOUNSELING INDONESIA
(_.·´¯`·«¤° (Cybercounseling Indonesia) °¤»·´¯`·._)

Selamat Datang di Cybercounseling Indonesia

Untuk bisa mengakses Cybercounseling ini, anda harus
register/daftar kemudian secara resmi anda menjadi
member/anggota di Cybercounseling.

Admin
Cybercounseling Indonesia


Syaputra Ramadona (XxmadonmexX)

CYBERCOUNSELING INDONESIA

Total User :1626
Total Posting : 427
Member Baru: dwiky
Update Sat Dec 03, 2016
 
IndeksPortalGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Most active topics
Perkenalan staff and member Cybercounseling
Bimbingan Konseling adalah ?
KRITIK & SARAN
Salam Kenaaal...!
Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan
Hi salam kenal
woyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
Pengertian Bimbingan dan konseling kelompok.
Silahkan Kritik dan Sarannya
Definisi psikologi menurut para ahli
Top posters
Admin (330)
 
Binga (13)
 
rarasati (12)
 
sutan (7)
 
arrey (7)
 
sai handari (5)
 
uda_uky (4)
 
fireaholic (4)
 
restu (4)
 
Mella (3)
 
User Yang Sedang Online
Total 3 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 3 Tamu :: 2 Bots

Tidak ada

User online terbanyak adalah 179 pada Mon Sep 19, 2011 7:51 pm

Share | 
 

 PROFIL KONSELOR

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 330
Join date : 23.08.09
Age : 31
Lokasi : Curup - Bengkulu

PostSubyek: PROFIL KONSELOR   Tue Apr 27, 2010 2:36 pm



Profil yang menampilkan ciri-ciri seorang konselor yang dikenal sejak lama. Tahun 1994 Graves telah menunjukkan bahwa seorang konselor hendaknya memiliki integritas dan vitalitas, gesit, dan terampil, memiliki kemampuan menilai dan memperkirakan secara tajam, standar personal yang tinggi, terlatih dan berpengalaman luas. Dowson (1948) melihat bahwa konselor perlu memiliki ciri-ciri objektif, menghormati anak, memahami dirinya sendiri, matang dalam menilai dan memperkirakan, mampu mendengar dan menyimpan rahasia, merupakan manusia sumber, teguh dalam pendirian, mempunyai rasa humor, mampu mengeritik secara membangun, serta memiliki kepribadian yang matang dan terintegrasikan. Pada waktu itu telah juga dikenal 24 ciri yang menonjol dari seorang konselor, diantaranya: jujur, setia, sehat, berkepribadian dan berwatak baik, memiliki filsafat hidup yang mantap serta memiliki sikap bahwa apa yang dilakukannya itu (yaitu pekerjaan konseling)
merupakan suatu hal yang harus dilakukannya.


Konselor juga digambarkan sebagai orang yang memiliki sifat-sifat kewanitaan atau keibuan (Farson, 1954), seperti lembut, menyenangkan, suka memberi dan tidak banyak menuntut, dan sebagainya. Rumusan yang diberikan oleh ASCA (1964) tentang sifat dasar npekerjaan konselor ialah sebagai “misi dengan keterkaitannya yang mendalam terhadap nilai-nilai kemausiaan”.


Myrick dan Witmer
(1972) mengemukakan lima macam peranan konselor, yaitu sebagai konselor (dalam arti khusus), sebagai konsultan, sebagai anggota tim kerja, sebagai pengelola, serta sebagai sumber informasi dan layanan bagi masyarakat.

Munro, Manthei dan Small (1979) mengutarakan beberapa hal yang menyangkut profil konselor. Mereka menyatakan bahwa walaupun tidak ada pola yan tegas tentang sifat-sifat atau ciri-ciri kepribadian yang harus dimiliki oleh konselor yang efektif, tetapi sekurang-kurangnya seorang konselor haruslah memiliki sifat-sifat luwes, hangat, dapat menerima orang lain, terbuka, dapat merasakan penderitaan orang lain, mengenal dirinya sendiri, tidak berpura-pura, menghargai orang lain, tidak mau menang sendiri, dan objektif. Penelitian terhadap ciri-ciri kepribadian ini amat sulit karena adanya berbagai faktor, seperti ketidaksamaan bahasa, masalah-masalah pembandingan dan pengukuran dan masalah pemakaian hasil penelitian itu sendiri. Dalam usaha menguraikan sifat-sifat konselor yang efektif, cara yang paling baik adalah dengan memadukan hasil-hasil penelitian, pendapat para ahli, pengalaman pribadi, dan akal sehat. Barang kali suatu cara yang lebih berguna untuk menunjukkan sifat-sifat kepribadian itu menonjol, yaitu konselor sebagai model, hubungan konseling dan keberanian konselor untuk melakukan konseling.

Code:
sumber :
[i]Dadang S. dan Sunaryo K., (1980), [/i][i][u]Pengantar Bimbingan dan Penyuluhan[/u][/i][i], Bandung : Publikasi Jurusan BP FIP IKIP Bandung[/i].

_________________
Cybercounseling Indonesia
Media dan Forum Belajar Calon Konselor


Cybercounseling Stain Curup
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.bigforumpro.com
 
PROFIL KONSELOR
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
CYBERCOUNSELING INDONESIA :: Bimbingan Konseling :: Semester VII :: Profesional Konseling-
Navigasi: