CYBERCOUNSELING INDONESIA
(_.·´¯`·«¤° (Cybercounseling Indonesia) °¤»·´¯`·._)

Selamat Datang di Cybercounseling Indonesia

Untuk bisa mengakses Cybercounseling ini, anda harus
register/daftar kemudian secara resmi anda menjadi
member/anggota di Cybercounseling.

Admin
Cybercounseling Indonesia


Syaputra Ramadona (XxmadonmexX)

CYBERCOUNSELING INDONESIA

Total User :1626
Total Posting : 427
Member Baru: dwiky
Update Sat Dec 03, 2016
 
IndeksPortalGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Most active topics
Perkenalan staff and member Cybercounseling
Bimbingan Konseling adalah ?
KRITIK & SARAN
Salam Kenaaal...!
Pendekatan dan Bentuk Konseling perkawinan
Hi salam kenal
woyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
Pengertian Bimbingan dan konseling kelompok.
Silahkan Kritik dan Sarannya
Definisi psikologi menurut para ahli
Top posters
Admin (330)
 
Binga (13)
 
rarasati (12)
 
sutan (7)
 
arrey (7)
 
sai handari (5)
 
uda_uky (4)
 
fireaholic (4)
 
restu (4)
 
Mella (3)
 
User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu :: 2 Bots

Tidak ada

User online terbanyak adalah 179 pada Mon Sep 19, 2011 7:51 pm

Share | 
 

 Konseling Trait & Factor

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 330
Join date : 23.08.09
Age : 31
Lokasi : Curup - Bengkulu

PostSubyek: Konseling Trait & Factor   Tue Jan 12, 2010 8:26 pm

(Wolter Bingham, John Darley, Donald G. Paterson, dan E. G. Williemson)
Menurut teori ini, kepribadian merupakan suatu system sifat atau factor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya seperti kecakapan,minat,sikap,dan tempramen.
Proses konseling dibagi dalam lima tahap sebagai berikut :
  1. Tahap Analisis :Tahap kegiatan yang terdiri pengumpulan informasi dan data mengenai klien.
  2. Tahap Sintesis ; Langkah merangkum dan mengatur data dari hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat, kekuatan, kelemahan dan kemampuan penyesuaian diri klien.
  3. Tahap Diagnosis ; Sebenarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan dan hendaknya dapat menemukan ketetapan yang dapat mengarah kepada permasalahan, sebab-sebabnya, sifat-sifat klien yang relevan dan berpengruh pada penyesuaian diri. Diagnosis meliputi :
    1. Identifikasi masalah yang sifatnya deskriptif misalnya dengan menggunakan kategori Bordin dan Pepinsky Kategori diagnosis Bordin
      1. dependence (ketergantungan)
      2. lack of information (kurangnya informasi)
      3. self conflict (konflik diri)
      4. choice anxiety (kecemasan dalam membuat pilihan)

      Kategori diagnosis Pepinsky
      1. lack of assurance (kurang dukungan)
      2. lack of information (kurang informasi)
      3. dependence (ketergantungan)
      4. self conflict (konlflik diri)

    2. Menentukan sebab-sebab, mencakup perhatian hubungan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dapat menerangkan sebab-sebab gejala. Konselor menggunakan intuisinya yang dicek oleh logika, oleh reaksi klien, oleh uji coba dari program kerja berdasarkan diagnosa sementara.
    3. Prognosis yang sebenarnya terkandung didalam diagnosis misalnya diagnosisnya kurang cerdas pronosisnya menjadi kurang cerdas untuk pekerjaan sekolah yang sulit sehingga mungkin sekali gagal kalau ingin belajar menjadi dokter. Kalau klien belum sanggup berbuat demikian, maka Konselor bertanggung jawab dan membantu klien untuk mencapai tingkat pengambilan tanggung jawab. Untuk dirinya sendiri, yang berarti dia mampu dan mengerti secara logis, tetapi secara emosional belum mau menerima.

  4. Tahap Konseling
    Merupakan hubungan membantu klien untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber diluar dirinya, baik dilembaga, sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkembangan dan penyesuaian optimal, sesuai dengan kemampuannya. Dalam kaitan ini ada lima jenis konseling adalah :
    1. belajar terpimpin menuju pengertian diri
    2. mendidik kembali atau mengajar kembali sesuai dengan kebutuhan individu sebagai alat untuk mencapai tujuan kepribadiannya dan penyesuaian hidupnya.
    3. Bantuan pribadi dan Konselor, agar klien mengerti dan trampil dalam menggunakan prinsip dan teknik yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
    4. Mencakup hubungan dan teknik yang bersifat menyembuhkan dan efektif.
    5. Mendidik kembali yang sifatnya sebagai katarsis atau penyaluran

  5. Tahap Tindak Lanjut
    Mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi maslaah baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehingga menjamin keberhasilan konsleing. Teknik yang digunakan harus disesuaikan dengan individualitas klien.

Teknik Konseling
  1. Pengunaan hungan intim (Rapport), Konselor harus menerima konseli dalam hubungan yang hangat, intim, bersifat pribadi, penuh pemahaman dan terhindar dari hal-hal yang mengancam konseli.
  2. Memperbaiki pemahaman diri, konseli harus memahami kekuatan dan kelemahan dirinya, dan dibantu untuk menggunakan kekuatannya dalam upaya mengatasi kelemahannya. Penafsiran data dan diagnosis dilakukan bersama-sama dengan klien dan Konselor menunjukkan profil tes secara arif.
  3. Pemberian nasehat dan perencanaan program kegiatan. Konselor mulai dari pilihan, tujuan, pandangan atau sikap Konselor dan kemudian menunjukkan data yang mendukung atau tidak mendukung dari hasil diagnosis. Penjelasan mengenai pemberian nasehat harus dipahami klien.
    Tiga metode pemberian nasehat yang dapat digunakan oleh Konselor :
    1. Nasehat langsung (direct advising), dimana Konselor secara terbuka dan jelas menyatakan pendapatnya.
    2. Metode persuasif, dengna menunjukan pilihan yang pasti secara jelas.
    3. Metode penjelasan, yang merupakan metode ynag paling dikehendaki dan memuaskan. Konselor secara hati-hati dan perlahan-lahan menjelaskan data diagnostic dan menunjukan kemungkinan situasi yang menuntut penggunaan potensi konseli, melaksanakan rencana, yaitu Konselor memberikan bantuan dalam menetapkan pilihan atau keputusan secara implementasinya.

  4. menunjukkan kepada petugas lain (alih tangan) bila dirasa Konselor tidak dapat mengatasi masalah klien.

Kontribusi yang diberikan oleh teori Trait & Faktor :
  1. Teori sifat dan faktor menerapkan pendekatan ilmiah kepada konseli.
  2. Penekanan pada penggunaan data tes obyektif, membawa kepad aupaya perbaikan dalam pengembangan dan penggunaannya, serta perbaikan dalam pengumpulan dan pengunaan data lingkungan.
  3. Penekanan yang diberikan pada diagnosis mengandung makna sebagai suatu perhatian masalah dan sumbernya dan mengarah pada upaya mengkreasikan teknik-teknik untuk mengatasinya.
  4. penekanan pada aspek kognitif merupakan upaya menseimbangkan pandangan lain yang lebih menekankan aspek afektik atau emosional.

_________________
Cybercounseling Indonesia
Media dan Forum Belajar Calon Konselor


Cybercounseling Stain Curup
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.bigforumpro.com
sutan
Admin
Admin


Jumlah posting : 7
Join date : 11.01.10
Age : 30
Lokasi : makasar

PostSubyek: saya mw tanya Bingga   Tue Jan 12, 2010 11:08 pm

lol! kalau gx salah Konseling Trait and Factor, behavior, gestal dan lainnya pernah saya liat dan pelajari di buku Panca Waskita.

aq mw tanya si Binga ah, Konseling yang lainnya, aq yakin Binga tahu.

Binga tolong aku................... nangis
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Admin
Admin
Admin


Jumlah posting : 330
Join date : 23.08.09
Age : 31
Lokasi : Curup - Bengkulu

PostSubyek: Re: Konseling Trait & Factor   Fri Jan 15, 2010 8:10 pm

sutan wrote:
lol! kalau gx salah Konseling Trait and Factor, behavior, gestal dan lainnya pernah saya liat dan pelajari di buku Panca Waskita.

aq mw tanya si Binga ah, Konseling yang lainnya, aq yakin Binga tahu.

Binga tolong aku................... nangis

Mungkin Binga lagi sibuk bRO hiiiii

_________________
Cybercounseling Indonesia
Media dan Forum Belajar Calon Konselor


Cybercounseling Stain Curup
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://cybercounselingstain.bigforumpro.com
Sponsored content




PostSubyek: Re: Konseling Trait & Factor   Today at 4:33 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Konseling Trait & Factor
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
CYBERCOUNSELING INDONESIA :: Bimbingan Konseling :: Semester VI :: Teknik Laboratorium Konseling-
Navigasi: